Pada tahun 1990 pertama kali Maha Guru Lu Shen Yen berkunjung ke Indonesia yaitu pada saat peletakan batu pertama pembangunan Vihara Vajra Bumi Nusantara, dalam acara ramah tamah Maha Guru mengatakan kepada umat bahwa untuk membabarkan dharma Buddha sebaiknya diterapkan mulai dari sektor pendidikan, sejak saat itu Lian Zhen shangshi (Bpk Harsono) bersama tim yang solid merencanakan pendirian sekolah dibawah naungan Yayasan Satya Dharma Surya Indonesia. Pada tahun 1994 kembali Maha Guru Lu Shen Yen berkunjung ke Indonesia dalam rangka peresmian Vihara Vajra Bumi Nusantara sekaligus melakukan upacara peletakan batu pertama pembangunan gedung sekolah. Maha Guru Lu Shen Yen memberi nama sekolah ini dengan nama “Yin Ni Hua Guang Jing De Xue Xiao”.

Terinspirasi seorang Acharya dari India yang memiliki ketekunan dan kesabaran dalam membabarkan dharma Buddha yang bernama Atisa Dipamkara maka sekolah ini diberi nama Sekolah Atisa Dipamkara oleh Bpk Drs.Oka Diputera sesepuh agama Buddha di Indonesia.

Sekolah Atisa Dipamkara terletak di Jl. Villa Permata Komp. Vihara Vajra Bumi Nusantara, Lippo Karawaci – Tangerang – Indonesia. Komplek Sekolah dan Vihara Vajra Bumi Nusnatara mempunyai luas 21 ribu meter persegi lebih, pada awalnya bangunan sekolah mempunyai 2 buah gedung berlantai dua dan sebuah gedung berlantai tiga terdiri dari 40 kelas.

Kelompok Bermain, Taman Kanak-kanak dan SD Atisa Dipamkara mulai beroperasi pada tahun 1997 dengan jumlah siswa 38 yang diampu oleh 2 orang guru. Seiring dengan tuntutan masyarakat maka Sekolah Atisa Dipamkara pada tahun 2003 mendirikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada tahun 2006 mendirikan Sekolah Menengah Atas (SMA) dan pada tahun 2011 mendirikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang memiliki 2 jurusan Akuntansi dan Multimedia.

Untuk menampung jumlah murid yang semakin bertambah maka pada tahun 2008 dibangun gedung yang ke 4 berlantai 3 yang dilengkapi dengan fasilitas yang memadai untuk menunjang terwujudnya pembelajaran yang berkualitas.

Sekolah Atisa Dipamkara adalah sekolah dengan menggunakan kurikulum nasional yang dipadukan dengan kurikulum muatan lokal unggulan kami adalah pendidikan budi pekerti, Bahasa Mandarin (HSK), Bahasa Inggris (TOEFL dan TOEIC)

Diusia yang ke 20 Sekolah Atisa Dipamkara telah memiliki siswa sejumlah 1.020 orang. Jumlah guru dan karyawan Sekolah Atisa Dipamkara 135 orang. Masyarakat Tangerang sudah mempercayakan putra-putrinya bersekolah di Sekolah Atisa Dipamkara. Hal ini menjadi tanggung jawab besar bagi pengelola dan segenap guru.